Kamis, 16 Februari 2012

Program Layanan Bimbingan dan Konseling


1.1.   Program  Layanan Bimbingan dan Konseling
Program bimbingan konseling tidak dapat berjalan dengan efektif apabila tidak didukung dengan profesionalismenya guru BK/ konselor dalam melayani siswanya dengan terprogram secara efektif apabila kurang atau tidak didukung faktor lain, misalnya faktor pengalaman bekerja. Layanan konseling yang diberikan kepada peserta didik untuk belajar dengan efektif. Efektivitas konseling dapat tercapai bila seorang konselor atau guru pembimbing melaksanakan pola 17, antara lain:
1).       Bidang bimbingan pribadi, membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mantap, mandiri serta sehat jasmani dan rohani.
2).       Bidang bimbingan sosial, membantu siswa mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosialnya yang dilandasi budi pekerti luhur, tanggung jawab kemasyarakatan dan kenagaraan.
3).       Bidang bimbingan belajar, membantu siswa mengembangkan diri sikap dan kebiasaan belajar yang baik untuk menguasai pengetahuan dan ketrampilan serta menyiapkan melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi.
4).       Bidang bimbingan karier, membantu siswa merencanakan dan mengembangkan masa depan karir.
Sedangkan tujuh layanan bimbingan dan konseling meliputi :
1).       Layanan orientasi, pelayanan bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan baru.
2).       Layanan informasi, pelayanan bimbingan konseling yang membekali individu dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenali diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat.
3).       Layanan penempatan dan penyaluran, pelayanan bimbingan konseling yang memungkinkan individu memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat seperti penyaluran bakat, minat, jurusan dal lainnya.
4).       Layanan pembelajaran, layanan bimbingan konseling yang memungkinkan individu memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, ketrampilan dan materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya.
5).       Layanan konseling perorangan, layanan bimbingan konseling yang memungkinkan dengan pelayanan langsung, tatap muka, dengan konselor dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan.
6).       Layanan bimbingan kelompok, layanan bimbingan konseling yang memungkinakan sejumlah peserta didik/ individu secar bersama – sama melalaui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahasan dari narasumber tertentu ( konselor ) atau membahas topic tertentu secara bersama – sama pokok bahasan / topik tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan sehari – hari.
7).       Layanan konseling kelompok, yaitu layanan dalam bimbingan konseling yang merupakan layanan konseling dalam bentuk kelompok yang memberikan kesempatan bagi pembahsan dan pengentasan masalah yang dialami oleh anggota dengan memanfaatkan dinamika dalam kelompok.
Dan lima kegiatan pendukung layanan bimbingan dan konseling, meliputi:
1).       Aplikasi instrumentasi, yaitu kegiatan pendukung dalam bimbingan konseling untuk mengumpulkan data tentang diri siswa dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun nontes.
2).       Himpunan data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan siswa, yang diselenggarakan secara berkelanjutan sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia
3).       Konferensi Kasus, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan siswa, yang diselenggarakan secara berkelanjutan sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia
4).       Kunjungan rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terselesaikannya masalah siswa melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.
5).       Alih tangan kasus, yaitu kegiatan pendukung bimbingan konseling untuk mendapatkan penganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami individu atau peserta didik dengan memindahkan penganan kasus dari satu pihak ke pihak lain.
Dalam penelitian yang akan dilakukan adalah dalam bidang pribadi yang akan membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mantap, mandiri serta sehat jasmani dan rohani untuk meningkatkan pemahaman siswa – siswi mengani seks pra nikah dan mencegah siswa - siswi dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul dari seks pranikah seperi kehamilan, aborsi, PMS yang akan menganggu, menghambat atau menimbulkan kesulitan dan kerugian tertentu dalam proses perkembangannya saat remaja dengan menggunakan layanan informasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hopefully benefit